Rabu, 30 Januari 2008

SEKILAS POLITIK KESEHATAN

Penawar Eksploitasi "Janji Sejahtera"

Dunia kesehatan semakin kompleks, laju industri kesehatan semakin cepat dan tak terkendali. Disisi lain pertumbuhan penduduk semakin cepat dan derterminasi penyakit semakin mengrogoti manusia dan bahkan terjadi mutasi besar-besaran akibat menjamurnya industri obat.

Kesehatan sudah menjadi komoditi yang wah... dan menjanjikan untuk di eksploitasi. hal inilah yang menjadikan pelayanan public good menujuh privatisasi atau BHP.

Issu privatisasi institusi pelayanan public dan inilah yang menjadi senjata ampu untuk meresakan masyarakat sehingga kucuran dana berbagai macam elemen mengalir tampah hentih.

Dunia seakan milik penguasa, tak peduli antara yang hak dan yang batil. Sisi demikratis menjadi menjadi komditi dalam pasar politik untuk menjadi produk menuju price (value) dan aktulisasi diri dan masyarakatlah yang menjadi korban utilisasi dan legalitas kekuasaan.

Jumat, 25 Januari 2008

SEKILAS PROTEK KESEHATAN DI INDONESIA

KESEHATAN DI INDONESUA

Jika kita melihat sekilas abad ini telah terjadi revolusi besar di bidang pelayanan kesehatan. Ditemukannya berbagai jenis terapi medis baru, semakin bertambahnya fasilitas dan tenaga kesehatan, serta adanya pergeseran orientasi ke arah hak-hak pasien mendorong munculnya kebutuhan akan manajemen dan perencanaan pelayanan kesehatan yang lebih canggih dan sistematik. Ironinya pelayanan kesehatan di Indonesia mengalami penurunan dan tertinggal cukup jauh.

Kenyataan tersebut di atas merupakan suatu gambaran bahwa tantangan dalam pembangunan kesehatan semakin berat dan kompleks dan kadang tak terduga. Dalam upaya menanggulangi masalah kesehatan dan menghadapi tantangan yang dimaksud, berbagai elemen di bidang kesehatan termasuk Departemen Kesehatan telah melakukan penataan kembali organisasi dan tata kerjanya serta penyesuaian Rencana Strategis nam,un selalu di barengi degan unsur ekonomi dan politis .

Visi Pembangunan Kesehatan yaitu Indonesia Sehat 2010 menggambarkan bahwa pada tahun 2010 bangsa Indonesia hidup dalam lingkungan yang sehat, berperliaku hidup bersih dan sehat serta mampu menjangkau pelayanan kesehatan yang bermutu secara adil dan merata sehingga memiliki derajat kesehatan yang setinggi-tingginya. sebagaimana yang tercantum dalam Pembukaan UUD 1945 adalah melindungi segenap Bangsa Indonesia dan seluruh tumpah darah Indonesia dan untuk memajukan kesejahteraan umum, mencerdaskan kehidupan bangsa dan ikut melaksanakan ketertiban dunia yang berdasarkan kemerdekaan, perdamaian abadi dan keadilan sosial akan tetapi landasan tersebut menjadi kronis bagi pelaku kesehatan dan pemakai pelayanan jasa kesehatan.

Namun untuk mendukung Visi Pembangunan Kesehatan tersebut, maka Departemen Kesehatan mempunyai visi yaitu Masyarakat yang mandiri untuk hidup sehat dengan misi. "Membuat Rakyat Sehat serta nilai-nilai yaitu berpihak pada rakyat, bertindak cepat dan tepat, kerjasama tim, integritas yang tinggi serta transparan dan akuntabel". hal ini mustahil! karena di sebabkan komitmen yang sesungguhnya cuma di atas kertas dan janji belaka. inilah dibuktikan dengan Indonesia Sehat di perpanjang masa berlakuknya!

Di tambah lagi Strategi utama yang ditetapkan untuk mencapai visi dan misi tersebut adalah menggerakkan dan memberdayakan masyarakat untuk hidup sehat, meningkatkan akses masyarakat terhadap pelayanan kesehatan yang berkualitas, meningkatkan sistem surveilans, monitoring dan informasi kesehatan serta meningkatkan pembiayaan kesehatan. dan lagi-lagi asas profesionalisme untuk medukung komitmen itu di abaikan.

Dengan demikian tempat-tempat pelayanan kesehatan pemerintah seperti Rumah Sakit (RS), puskesmas dan lain-lain adalah lembaga yang terutama memberikan pelayanan klinik, dan non klinik sehingga mutu pelayanan merupakan indikator penting bagi baik-buruknya pelayanan kesehatan, dan ini di tentukan dengan asa finansial, karena hampir semua intitusi tersebut menuju BHP, jadi masyarakat kelas bawah dan lemah dalam incame di abaikan dalam mengakses pelayanan kesehatan.